Kamis, 05 Mei 2016

HUKUM IDIOT, silahkan berpetualang!

Hukum IdiOt (1)
"Setiap benda, sekecil apapun pasti terdiri dari berbagai bagian yang menyusunnya menjadi satu"
Joe IdiOt, Agustus 2004

Hukum IdiOt (2)
"Semua benda yang sedang ada mempunyai waktu yang sama yaitu sekarang"
Joe IdiOt, Agustus 2005

Hukum IdiOt (3)
"Keberadaan Ruang adalah ibarat, yaitu posisi yang luasnya tidak terbatas" 
Joe IdiOt, Januari 2007

Hukum IdiOt (4)
"Keberadaan Waktu adalah ibarat, yaitu saat yang tidak berawal dan tidak berakhir"
Joe IdiOt, Januari 2007

Hukum IdiOt (5)
"Suatu benda tidak mungkin ada karena bagian terkecil dari benda itu tidak ada"
Joe IdiOt, Agustus 2015

Rabu, 30 April 2014

APAKAH SAYA AKAN MEMPELAJARI FENOMENA ALAM UNTUK BISA MEMBANTU MENJELASKAN KEBERADAAN TUHAN?

Beberapa ilmuwan menjelaskan Fenomena nabi Musa membelah lautan ternyata fenomena alamiah tanpa peran Tuhan. wekekek.. hayoh..





Jika kita memutuskan untuk mempelajari fenomena alam, mulai dari tubuh sendiri, kehidupan makhluk hidup di bumi ini, struktur alam semesta dan bagaimana alam ini bekerja..maka ada 2 kemungkinan yang akan terjadi, yaitu:



1. Anda semakin jauh dengan penemuan Tuhan
Semakin dalam anda mempelajari alam semesta maka anda akan semakin jelas menemukan sebuah "aturan", sebuah hukum alam yang sangat kompleks dan tertata dengan baik, namun anda juga akan semakin banyak menemukan penyebab dari fenomena alam itu (hukum alam ada sebab - akibat). Sebagai contoh: Yang tadinya orang dulu menganggap bahwa pelangi adalah tempat bermain bidadari... (lagi pada slurukan / prosotan.. yeah.. HOT beby.. wekekekke).. sekarang anda tahu bahwa pelangi adalah fenomena terbiasnya sinar matahari di uap air di udara. Ini baru contoh kecil, masih banyak contoh lain seperti fenomena petir.. dari keyakinan malaikat sedang menghajar setan, JGEEER!!!... jadi fenomena elektrik di angkasa. Maka yang akan terjadi adalah... semakin anda tahu bahwa semua fenomena alam itu ada penyebab dan proses terjadinya.. maka anda semakin mempersempit peran Tuhan (jika sebelumnya telah menduga ada peran Tuhan), maka dimana peran Tuhan???.. semakin sempit semakin tiada, semakin atheist...wekekekek.. Inilah yang banyak dialami oleh ilmuwan yang tadinya theist jadi atheist...




2. Anda semakin dekat dengan penemuan Tuhan
Semakin mengerti begitu sempurna dan detailnya alam semesta, anda akan mengerti bahwa ini adalah BIG PROJECT.. namun jika anda mengetahui hanya sampai tahap itu saja tapi tidak mengetahui sebab alamiahnya, atau masih menemukan misteri besar mengapa sebuah fenomena alam bisa terjadi?... maka biasanya orang akan melemparkan ketidaktahuan (misteri) itu kepada kecurigaan mungkin ada Tuhan dibalik itu. Jadi akhirnya keberadaan Tuhan adalah kesimpulan sementara dari ke Tidak tahuan manusia ttg misteri alam semesta, namun ini sebatas kesimpulan sementara dan kemungkinan (hipotesa), ini tidak bisa disebut kepastian brooooowww.. beroooow.. beroooow mlorod.. hahaha.. Tapi sah sah saja hal ini disebut keyakinan... iman.. tapi sekali lagi .. bukan kesaksian karena keyakinan bisa saja hanya terhadap hipotesa, namun kesaksian (saya bersaksi) itu harus suatu kepastian. Bagi orang orang seperti ini sangat rapuh imannya jika di suatu waktu iptek berkembang dan perlahan satu per satu dapat menjawab mistery alamnya yang selama ini diyakini sebuah peran Tuhan tapi ternyata hanyalah sebuah fenomena alam yang penyababnya juga alam... ngeeek ngooook.. wakakak.


Terus apakah anda masih tertarik untuk mencari Tuhan dengan cara mempelajari fenomena alam??
ATau jangan jangan ente salah satu orang yang ikut geger jika ada kumpulan awan di langit membentuk tulisan Allah / wajah jesus.. lalu ente menyimpulkan bahwa Tuhan itu hoby melukis?.. wekekek
Atau jangan-jangan ente takut mempelajari fenomena alam gara-gara takut keyakinan yg selama ini ada jadi ragu? imannya jadi rapuh?? iman cap apa itu? cap kadaaaaaaaaaaall..

Selasa, 15 April 2014

APAKAH TIDAK MUNGKIN TUKANG BECAK BERTUHAN?

Jika satu satunya jalan untuk mengetahui keberadaan Tuhan adalah harus melalui mempelajari kosmologi, ilmu bumi, biologi kejadian manusia dsb.. nampaknya tukang becak pada nyerah.. wekekekekek... lantas apakah KTP mereka yang mengatakan theist itu semua dobol? alias dusta? apakah mereka mau dianggap atheist karena hanya ikut ikutan tok?? melas nemen caaaak.. Lalu apa yang harus dipelajari manusia jika ingin membuktikan bahwa 1. Tuhan itu ada? atau 2. Tuhan itu Tidak ada? cuman itu pilihan pertanyaannya.. meskipun ada pilihan ketiga yaitu.. "Mbuh bae lah... aku nggak mau berusaha mencarinya.. cari uang aja susah apalagi cari Tuhan".. ooh.. kalo mau cuek, ya itu boleh saja.. sejauh ente nyaman tanpa kepastian sang pencipta..sejauh ente nyaman dengan lingkungan yang rame2 pada beribadah... sejauh ente nyaman dengan lingkungan yang mengaku Tuhan dengan berbagai versinya...saaaaaannntaaai...


Apakah dengan penjelasan singkat seperti di video ini.. apakah sudah cukup memuaskan ?? meskipun yg mbawain dengan cara yang gaaaaaoooool gitu, wekekekke...  apa langsung bisa yakin kita akan Tuhan setelah melihat video itu?? mungkin tukang becak ada yg langsung bilang "ya ya ya.. aku yakin"
apakah keyakinan yg model spt itu disebut KESAKSIAN kalo kita sudah memiliki sikap ZERO start?
APakah ente mau memiliki keyakinan dengan penjelasan sesimpel itu oooh... semudah itukah ente dipengaruhi keyakinannya tentang Tuhan yang serba misterius itu.. wekekekke.. saaaaannntaaai..

Sabtu, 16 November 2013

APAKAH SEMUA ORANG HARUS MENDALAMI BERBAGAI ILMU PENGETAHUAN HANYA UNTUK MENCARI TUHAN?


Jika kita lihat referensi di berbagai situs atheist/theist tentang Tuhan.. wooow.. banyak artikel yang sangat berdasarkan ilmu pengetahuan dan sangat ilmiah dan dalaaaam banget seperti pengetahuan tentang molekuler, atom, ilmu fisika, kimia, ilmu bumi, astronomi dsb yang jika dibaca pun saya sendiri tidak semuanya memahami (maklum saya IPS). haha...

 
Kemudian saya berpikir. apakah semua orang harus mempelajari ilmu-ilmu sedalam ini untuk mencari fakta ini?semakin penasaran sama sang Pencipta memang akhirnya mamaksa kita menyelidiki sedalam itu.. tapi apakah harus mempelajarinya semua, coy?

Apakah mampu otak semua orang untuk mempelajarinya? sementara saya saja tidak sanggup memahaminya.. apalagi para tukang becak ? para pemulung... apakah yang bisa bersaksi atas ADA/ TIADAnya Tuhan itu hanya orang-orang yang ber IQ tinggi? atau hanya yang mengenyam kuliah dulu yang mempelajari ilmu-ilmu itu? angel temen yah... sesusah itukah untuk menemukan kebenaran?...caaak becaaak.. melas temen ente, ahahaha...

 
Apakah dulu saat ibrahim mencari Tuhan dimana iptek juga belum berkembang (menurut versi jaman sekarang) juga harus mendalami berbagai ilmu yang tidak semua orang mampu?...
Tidak adakah cara lain untuk menemukan fakta ini???? yang lebih SIMPLE, FUN.. dan SAAAANNTAAAIII?..selain harus memahami apa itu atom? apa itu big bang?  butuh waktu berapa tahun lagi untuk memahaminya?...jancuuuuk jancccuuuuukk.. haha


Jare tukang becak "atom? makanan apa itu atom? kacang atom? sama nasi putih enak itu" haha..
Saat itu saya tetap optimis bahwa saya akan menemukan jawaban yang tidak sesulit yang saya bayangkan karena jika harus terjun ke dunia iptek yang begitu dalam itu saya jujur MENYERAH.. nggak sanggup, nggak ada energy, nggak ada waktu.... coy

Lha wong kita lagi nyari titik terang dari realita ini kok malah nambah pusing kita dengan ilmu sedalam itu?? ampuun deeeeh... hahaha.. nggak sangguuup.... saya mending milih ngrokok GG DJAJA bareng minum AO sama tukang becak daripada mbahas ilmu bumi dengan mereka! swer!! itu jelas happy dan nyambung secara sosial daripada membuat mereka mumet!haha.. Keep spirit, cari solusi yang simple, keep smile... HIDUP TONGBENANG!! HIDUP GUDANG BARANG!! (guyonnya para tukang becak di Tegal hehe)

Jumat, 15 November 2013

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN DI TENGAH2 LINGKUNGAN YANG KEYAKINANNYA HANYA IKUT2AN??..


Tahukah apa yang saya perbuat selama kebingungan mencari Tuhan ini selama 7 tahun namun tetap hidup dalam lingkungan yang pada umumnya menjalani keseharian dengan keyakinan yang sudah menjadi adat tanpa berusaha mempertanyakan bukti sebagai fondasi kuat keyakinannya...? ya akhirnya saya tetap menjalani seperti mereka, menjalani peribadatan seperti lingkungan pada umunya meskipun dengan perasaan aneh karena belum mengetahui jawaban dari semua pertanyaan ini. 

Tahukah mengapa? karena bagi saya pertanyaan ini akan LAMA TERJAWAB dan sekali lagi sikap Bijak tetap saya pertahankan... sedangkan kita hidup tidak hanya melulu mikirin cari Tuhan tapi juga cari duit, cari makaaaan.. mangaaan jooooon... kita juga hidup tidak sendiri, bersosial, dan yang mau mengubur mayat kita tetaplah orang lain di sekitar kita yang fondasi keyakinannya bisa berbeda dengan kita hehehe... Satu pesan saya: Orang lain tidak juga semua peduli tentang perjalanan pencarian Tuhan yang sedang kita jalani, betul? karena kembali lagi keyakinan ini adalah urusan yang sangat indvidual, bahkan privasi. SIKAP BIJAK ini juga termasuk menghargai pendapat dan KEYAKINAN orang lain.. privasi orang lain, termasuk lingkungan kita. SAaannnntaaaiii jooooonnn.... saaannnntaaaiii... 

Pencarian Tuhan ini saya anggap penting bagi saya pribadi, namun belum tentu penting bagi orang lain. Untuk memasuki pemahaman ini memang dibutuhkan keniatan memasuki sisi individual... bahkan urusan ini saya anggap sangat tidak penting dan tidak berpengaruh dalam mencari makaaan, hahaa... Jadi tetaplah keseimbangan bersosial harus tetap dijaga. Saaannntaaaiii jooon..

Lalu bagaimana jika kita punya kewajiban mengajarkan keyakinan kepada junior kita? adik2 kita yang sudah menganggap kita senior dalam berkeyakinan , bahkan jika dia adalah anak kita? bahkan junior yang malahan meminta saran dari kita dalam berkeyakinan? maka pikirlah... kenalilah dulu siapa dia? jika menurut anda orang tersebut siap dan matang untuk memasuki dunia pencarian Tuhan ini silahkan ungkapkan hal ini agar dia juga terbuka, namun.. jika dia bukan orang yang sekiranya belum dapat menerima/ belum siap untuk memikir sedalam/ sejauh ini ya hadapilah dengan bahasa sosial dsn universal. Keep secret laaah.. masak nggak bisa? hahaha.. kata temen saya "hidup ini penuh mistery maka jadilah orang yang misterius"hahhaa... bahkan saya mengajarkan dengan baik ke anak saya tentang agama dan peribadatan yang sudah diturunkan dari famili saya, karena tugas mengetahui hakikat ajaran agama saya rasa bukan prioritas jika dibandingkan dengan tugas kita di kehidupan sosial. Saaaannntaaaii... toh kita juga sama-sama belum tau fakta yang sebenarnya.. saaaannntaii jooon...


Sekali lagi sikap SANNNTAAAIII ini sangat perlu ... jika anda tidak suka orang kolot yang suka ngotot pendapatnya harus diterima, maka janganlah juga kita bersikap kolot di depan dia.. santaaai...  Bedakan, rasakanlah mana urusan individu, dan mana sikap yang baik saat menghadapi orang lain, termasuk keluarga sendiri, pasangan hidup kita sendiri, mereka tetaplah "orang lain" (dalam hal berkeyakinan) yang tidak harus menuruti jalan pikiran anda. betul? hehe...pandai pandailah bersikap wahai para pencari Tuhan.. keep spirit, keep secret... keep social...keep smile...

Memasuki dunia pencarian Fakta ini adalah sebuah pilihan yang tidak semua orang memilihnya, anda sendiri pasti sudah merasakan tidak semua orang lho bisa terbuka, ZERO START, TERTIB AKAL, dan SANTAAAIII.. Guru spirit saya bahkan pernah berpesan "Anggaplah pasangan hidup anda seperti orang lain, maka kualitas hubungan kalian akan meningkat". waw!..

APAKAH KALO SUDAH YAKIN/ IMAN SUDAH DIANGGAP BENAR?




Saya pernah main tebak2an sama teman saya yang bisa sedikit sulap yang memaikan koin lalu HAP!!.. dia menyodorkan dua genggaman tangannya lalu saya disuruh menebak tangan mana yang dalamnya ada koinnya? waktu itu saya yakin (baca:iman) sekali bahwa koin ada di tangan kanannya dan mungkin sangkin yakinnya saya berani taruhannya nyawa deh (bukan gambling untung-untungan lho ya) karena saya tadi melihat saat dia memainkan tangannya kondisi koin terahir ada di tangan kanan. ternyata setelah dibuka.. eeeh.. saya salah bro! koinnya ada di tangan kiri!! ternyata setelah saya tanya "bagaimana mungkin !??..tadi koinnya terakhir terlihat ada di sebelah kanan kok?" dia jawab "Itu kan pengamatan kamu? sebenarnya saya memindahnya ke sebelah kiri beberapa saat sebelum menggenggam, jadi pada awalnya koin saya condongkan lebih sering di sebelah kanan agar kamu menyangka akan di genggam disitu, ternyata dengan teknik yang samar dan tidak kamu sadari saya sudah memindahkannya ke sebelah kiri"

Ini dia perumpamaan keyakinan kita selama ini sebenarnya bagaimana? setiap orang dengan agamanya masing masing merasa sangat YAKIN (dalam hal ini kata yakin saya samakan dengan IMAN), masing-masing merasa sangat mengimani ajaran agamanya, yakin pasti benar, yakin tentang segala kejadian baik yang dahulu maupun yang akan terjadi yang telah diinformasikan di ajaran agamanya adalah benar-benar kejadian fakta, nyata, realita. Sangkin yakinnya dia sampai berani bertaruh nyawanya bahwa apa yang dia yakini adalah KEBENARAN. Ini banyak lho orang yang seperti ini dari masing-masing pemeluk agama (sama dengan cerita sulap koin saya diatas, ehehe), cuman apakah semua agama itu benar? tidak mungkin.. karena banyak perbedaan di dalamnya.. ya nggak usah jauh-jauh menemukan perbedaan kabar apa yang disampaikan ajarannya dech..tentang Tuhannya saja sudah banyak perbedaan kok, ada yang bilang Tuhannya satu, ada yang tiga, ada yang banyak, ada yang matanya satu, dsb... bahkan ada yang bilang Tuhan itu tidak ada. Dari hal ini pun nggak mungkin kita akan membenarkan semuanya! kita harus pilih salah satu yang benar atau bahkan kita tidak memilih satu pun diantaranya kalo emang semuanya cuman ngaku benar tapi tanpa bukti? ya toh?? (ini saya bicara posisi netral lho, ahaha)

Jadi, apakah dengan orang YAKIN (iman) saja sudah cukup menjamin bahwa dia benar?? belum tentu tidak cukup sampai disitu! karena kebenaran ada bukan pada YAKIN/ tidaknya seseorang, tapi ada di fakta tentang apa yang diYAKINInya. Nah, untuk mengetahui FAKTAnya kita semua perlu pembuktian, bukan hanya YAKIN tapi juga MEMBUKTIKAN. Orang yang punya BUKTI inilah yang tidak hanya disebut YAKIN/ IMAN, tapi selevel lebih atas dari itu yang disebut BERSAKSI.
Orang bersaksi berarti:
1. MENYAKSIKAN SENDIRI tentang Fakta itu atau 
2. PUNYA BUKTI KUAT tentang fakta itu yang bersifat PASTI! 

 
 

hmm..... yeeeaaaahhh.. yaul kan bro hahahaha... YAKIN aja belum cukup bro.. hehehe...

3 SIKAP WAJIB YANG HARUS DIMILIKI DALAM MENCARI KEBENARAN


1. ZERO START
Adalah sebuahsikap dimana kita berfikir bener2 dari NOL tanpa perngaruh sugesti apapun, ibarat bayi baru lahir dan tumbuh besar dihadapkan banyak ajaran yang masing2 ngaku benar, ada yang bilang Tuhan itu ada, ada yang bilang Tuhan itu tidak ada, ada yang bilang Tuhan itu tiga, ada yang bilang ini itu dsb. Berusaha menimbang mana yang benar mana yang salah  untuk menentukan prinsip diri sendiri, untuk diyakini sebagai pedoman hidup dengan berusaha seNETRAL mungkin tanpa pengaruh sugesti lingkungan. Meskipun dalam alam bawah sadar manusia mungkin ada keyakinan tertentu yang tertanam disitu karena sejak kecil kita sudah disugestikan pada ajaran tertentu, namun ZERO START berusaha se netral mungkin, se obyektif mungkin meskipun obyektif sebenarnya adalah inter subjektif juga.

2. TERTIB AKAL
Akal mempunyai sistematika urutan dalam berfikir. Kita tidak bisa membenarkan suatu agama LANGSUNG dari apa yang dikatakan di Kitab sucinya, ntar dulu... dirunut dulu kalo kita belum tau apa yang terjadi sebelumnya: Kitab itu murni keasliannya apa tidak? awalnya dari siapa? kalo misalkan dari utusan Tuhan, bener nggak orang yang mengaku utusan Tuhan itu emang bener2 utusan Tuhan? mana buktinya? SAH atau tidak jika Tuhan punya utusan manusia untuk menyampaikan sesuatu sebagai penghubung pesan ke manusia? bahkan sebelum itupun kita harus tau dulu Tuhan itu emang bener ada atau tidak? mana buktinya? jika dalam urutan ini ternyata ada pemahaman sebelumnya yang dibatalkan, maka proses setelah itu ya dinyatakan BATAL. Cth: Jika anda tidak percaya bahwa si A adalah benar2 utusan Tuhan, maka anda tidak perlu percaya apa yang dikatakan Si A jika di menyampaikan kabar yang katanya dari Tuhan.

Jadi menganalisanya urut alias tertib, jangan asal memotong langsung yakin pada suatu point padahal anda sendiri tidak tau point itu berasal dari mana.

3. BIJAK
Naaahh.. yang satu ini juga penting nih, ahahaha... Banyak orang yang tidak Zero Start dan Tidak Tertib akal hanya gara2 satu hal ini: TERGESA GESA alias kurang bijak... Banyak orang seolah dikejar target harus segera mengimani sesuatu karena takut tiba2 besok mati dalam keadaan tidak beriman. Wooouw... saya sendiri sampai 7 tahun mengalami SADAR bahwa saya tidak punya bukti yang mengatakan bahwa Tuhan itu ada, terus mencarinya selama 7 tahun dalam keadaan bingung. hahaha

Kita selalu merasa takut di kejar target barangkali besok mati dan takutnya apa yang dikatakan orang lain tentang agamanya itu benar. Padahal ada banyak sekali versi cerita setelah kematian menurut agama masing2, dan semuanya itu mengaku benar..

Kita juga kadang dikejar target udah mau punya anak, anak mau lahir nih sedangkan kita masih dalam keadaan belum yakin terhadap suatu ajaran agama, terus kita mau melabeli anak kita dengan agama apa? naaahhh itu dia.. hahahaha....rasakan..!hahaha

Kita juga kadang terlalu sibuk dengan urusan kita, yang jadi direktur rumah sakit besar boro-boro sempet mau nganalisa flash back ke belakang secara tertib akal tentang fondasi pemahamannya dalam beragama? mau sampe ZERO START??... nggak sempet bro... Apalagi yang jadi orang melarat buat mikirin nyari makan aja bingung ngapain dibikin bingung lagi dengan menganalisa ke belakang tentang keyakinan yang selama ini dianut??... ahahah... mangan bro! mangaaan!

Akhirnya kondisi kurang bijak inilah yang memaksa kita nggak mau menengok fondasi agama kita selama ini. Emang sih selama ini mungkin ya UDAH YAKIN BANGET!! tapi agama lain juga orangnya gitu YAKIN BANGET!! dan nggak mungkin semuanya benar! tidak mungkin, betul?

Solusinya adalah... bijak... jalani saja... yang udah mau punya anak tapi bingung mau dikasih agama apa anak kita sementara kita sendiri juga masih bingung.. ya monggo dilabeli apa aja terserah... haha ya iya toh? nah kalo anak lo nanya Tuhan benar ada? trus nanya buktinya juga kita belum bisa njawab toh? ahaha.. yang mau melabeli dengan agama lingkungannya dan keturunannya ya monggo... santai saja... toh pemahaman seperti ini butuh waktu....sannnntaaai..ntar juga ketemu jawabannya broooww...